MOMENTUM bersejarah akan dilakoni Eka Ramdani saat Persib Bandung menjamu Deltras Sidoarjo pada pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008-2009 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Sabtu (30/5). Ya, partai ini akan menjadi laga ke-100 Eka bersama Persib di pentas Liga Indonesia (LI) dan LSI.
"Tidak terasa ya, saya sudah seratus kali memperkuat Persib," gumam pemain kelahiran Purwakarta, 18 Juni 1984 itu, ketika "GM" menyodorkan tiga lembar kertas berisi statistik penampilannya bersama Persib.
Sejenak, gelandang Persib yang akrab disapa Ebol ini menerawang. "Saya ingat, debut saya bersama Persib adalah ketika menang 5-0 dari Persikab," kata putra pasangan Abdul Rojak dan Yayah ini.
Momen yang diingat Ebol itu adalah pertandingan derby antara Persib dan Persikab pada laga lanjutan LI VIII/2002 di Stadion Siliwangi Bandung, 5 Mei 2002. Dalam pertandingan yang meloloskan Persib dari ancaman degradasi itu, Ebol diturunkan pelatih Deny Syamsudin di babak kedua menggantikan Asep Dayat. Waktu itu, Ebol yang belum genap berusia 18 tahun, turun dengan kostum bernomor punggung 8.
Pada pertandingan terakhir LI VIII/2002 melawan PSBL Bandar Lampung di Stadion Pahoman Bandar Lampung, 12 Mei 2002, Ebol baru dipercaya Deny sebagai starter. Penampilan perdananya sebagai starter ini pun tak bisa dilupakan. Pertandingan itu terpaksa dihentikan pada menit 47 karena penonton tuan rumah merangsek ke tengah lapangan. Laga tersebut akhirnya dihentikan dan dipindahkan ke Stadion Bea Cukai Jakarta, tiga hari kemudian. Setelah sempat tertinggal 0-1 di Stadion Pahoman, Persib akhirnya menang 2-1.
Ditolak Marek
Sayang, debut gemilang Ebol pada musim pertamanya di tim senior berakhir lumayan tragis. Pada musim berikutnya, LI IX/2003, ia terbuang dari skuad kebanggaan bobotoh ini. Pada saat penyusunan tim, Ebol di luar dugaan ditolak pelatih Marek Andrejz Sledzianowski gara-gara "persoalan" tinggi badan. Ebol pun pundung dan berkelana ke Persijatim Solo FC, bersama rekan seangkatannya, Boy Jati Asmara dan penjaga gawang Cecep Supriatna.
Setelah dua tahun berkostum Persijatim Solo FC, Ebol memilih pulang kampung pada LI XI/2005, ketika tim ditangani pelatih Indra M. Thohir. Meski harus berjuang mendapatkan posisi inti, sejak saat itu, Ebol terus menjadi pilar Persib hingga saat ini, ketika ban kapten mulai melingkar di tangannya.
Kini, kendati belum mampu menghadirkan prestasi puncak, Ebol sudah pantas disebut ikon Persib. Kini, ia bergabung dengan senior-seniornya yang sudah lebih dulu menyentuh angka penampilan ke-100 seperti Suwita Pata, Cecep Supriatna, dan Gilang Angga Kusumah.
Satu harapan Ebol di laga ke-100 yang akan dimainkannya hari ini. "Saya berharap Persib bisa menang agar jalan merebut runner-up semakin ringan," katanya.
Source: http://klik-galamedia.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar